Cara Budidaya Ayam Mutiara

Cara-Budidaya-Ayam-Mutiara

Mungkin anda tidak terlalu familiar atau mengenal jenis ayam yang satu ini. Jika dilihat secara sekilas, ayam mutiara ini hampir mirip dengan ayam kalkun. Namun yang membuatnya berbeda hanyalah bentuk fisik ayam mutiara itu sendiri. Dimana biasanya ayam kalkun memiliki bentuk badan yang jauh lebih besar sedangkan ayam mutiara memiliki bentuk badan yang sama dengan jenis ayam pada umumnya.

Ayam Mutiara atau yang memiliki nama lain Guiena Fowl adalah salah satu jenis unggas yang banyak dijadikan sebagai ayam hias karena fisik dan warna bulu yang dimiliki ayam mutiara ini sangat unik serta bulunya pun terlihat sangat indah dan menarik.

Disebut sebagai ayam mutiara dikarenakan bulu ayam ini memiliki warna dan bintik-bintik yang menyerupai mutiara. Karena semakin banyaknya peminat ayam yang satu ini oleh para penggemar ayam sehingga membuat harga ayam mutiara ini melambung begitu tinggi. Untuk harga per pasang nya saja hampir mencapai 200 hingga 300 ribu itu pun tergantung dengan daerah dimana anda mendapatkan ayam mutiara tersebut.

Dengan peminat ayam Mutiara ini semakin banyak, tentu pangsa pasar ayam hias ini semakin banyak juga yang menggeluti bisnis jual ayam mutiara. Serta tidak sedikit orang yang mulai mengembangkan atau budidaya ayam mutiara ini untuk dijadikan sumber penghasilan.

Tidak hanya itu saja, ayam mutiara ini juga memiliki banyak jenis dan untuk membedakannya pun relatif cukup mudah yaitu dengan dilihat dari warna bulunya seperti Pearl (Abu-abu), Putih, Royal Purple, Violet, Coklat, Lavender, dan lain sebagainya.

Baca juga : Cara Perawatan Dan Budidaya Ayam Kapas

Ayam mutiara sebenarnya termasuk keluarga Burung (Aves) bukan ayam meskipun unggas jenis yang satu ini lebih dikenal dengan nama Ayam Mutiara. Ayam ini berasal dari daratan Afrika yang di habitat aslinya hidup bergerombol pada sabana dan semak-semak. Meski dari kelompok burung, ayam mutiara tidak suka terbang tinggi dan lebih suka mencari makan di padang sabana.

Selain itu kandang dan tempati ayam mutiara harus terkena sinar matahari agar bulu-bulu indah dan tidak lembab. Jika tersedia ayam mutiara lebih suka tidur pada malam hari pada tempat yang tinggi, maka pemberian tempat bertengger pada kandang sangat baik.

Salah satu cara mendapatkan ayam mutiara adalah dengan menetaskan dari telur, dengan membeli telur dan menetaskan sendiri kita lebih bisa mengamati perkembangan ayam sejak usia dini. Tetapi cara ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran.

Cara menetaskan ayam mutiara bisa dilakukan dengan indukan ayam mutiara, indukan ayam kampung, entok dan dengan mesin tetas. Telur ayam mutiara yang sudah dibuahi akan menetas dalam waktu 28 hari.

Setelah telur ayam mutiara menetas, ditempatkan pada ruangan yang cukup hangat dengan diberi lampu penghangat. Anakan ayam mutiara mirip dengan anakan ayam kalkun, sehingga agak sulit dibedakan. Setelah muncul bintik-bintik mutiara mulai dapat dengan mudah dibedakan dengan ayam kalkun.

Pada dasarnya ayam Mutiara merupakan hewan omnivora atau bisa memakan apa saja. Di alam aslinya ayam mutiara memakan rumput, daun-daunan, serangga, cacing dan lain-lain. Untuk budidaya di rumah bisa diberikan makanan sisa nasi, bekatul, sisa sayuran dan makanan apa saja. Di dalam budi daya ayam mutiara secara intensif pemberian makanan disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap harinya dan perlu dihitung secara detail.

Related posts