Ciri-Ciri Ayam Arab Petelur

Ciri-Ciri-Ayam-Arab-Petelur

Siapa yang tidak mengenal jenis ayam petelur yang satu ini, Ayam Arab merupakan salah satu jenis ayam yang banyak dijadikan sebagai komoditi bagi peternak ayam petelur. Disamping itu, nilai ekonomis dari jenis ayam ini juga banyak dijadikan orang sebagai lahan bisnis mereka terutama pada telur yang dihasilkan dari Ayam Arab itu sendiri.

Dan yang perlu anda ketahui lagi yaitu, Ayam Arab ini bukan berasal dari negeara Arab, melainkan jenis ayam dari keturunan ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Akan tetapi ada beberapa hal yang wajib anda ketahui dari ayam arab ini.

Yang pertama yaitu karakter yang dimiliki oleh pejantan ayam arab ini adalah gairah seksual yang tinggi. Sedangkan yang kedua yaitu biasanya orang Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji selalu menjadikan telur ayam arab sebagai bekal makanan mereka.

Khususnya pada masyarakat di Indonesia banyak yang menggeluti bisnis ternak ayam arab karena produksi telurnya yang cukup tinggi serta memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Produksi telurnya juga bisa mencapai 250-260 butir pertahun dengan berat telur rata-rata 40-45 gram.

Namun biasanya Ayam arab jarang dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai ayam pedaging karena warna kulitnya yang kehitaman dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung lain. Ayam arab sangat mudah dikenali, salah satunya dari warna bulunya. Berdasarkan warna bulunya, ayam arab dapat dibedakan menjadi dua yaitu ayam arab silver (putih mengkilap seperti perak) dan ayam arab gold (merah).

Baca juga : Ayam Burgo, Ayam Khas Dari Bengkulu

Untuk jenis ayam arab silver di sepanjang lehernya memiliki bulu berwarna putih mengilap. Bulu punggung berwarna putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekornya dominan hitam bercampur putih. Sementara jenggernya kecil dengan warna yang merah menyala dengan mata hitam dilingkari warna kuning.

Ciri lain yang dimiliki dari ayam arab adalah pada pejantanannya sudah tumbuh jengger meski usia baru 1 minggu dan induk betina tidak memiliki sifat mengeram. Sehingga dalam usia produktif 6 bulan – 1,5 tahun betina ayam arab akan bertelur terus menerus hampir setiap hari.

Dari ciri fisiknya ayam arab dewasa dapat mencapai tinggi 35 cm dengan bobot 1,5 – 2 kg. Kepalanya memiliki jengger yang berbentuk tunggal dan bergerigi. Ayam arab memiliki bulu tebal. Warna bulu badannya putih bertotol totol hitam. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitamnan.

Berikut ini merupakan keunggulan dari beternak ayam arab, diantaranya yaitu :

  • Harga DOC lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa.
  • Berat telurnya mencapai 40-45 gram.
  • Warna kerabang telur putih.
  • Harga induk tinggi.
  • Ayam Arab tergolong jenis ayam kecil sehingga konsumsi pakan relatif lebih sedikit dan lebih efisien.
  • Libido seksualitas jantan lebih tinggi, mudah dikawinkan dengan ayam-ayam lain, dalam 15 menit bisa tiga kali kawin.
  • Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras karena sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga waktu bertelur panjang.
  • Produktifitas telur tinggi karena tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga betina ayam arab dapat bertelur setiap hari.

Tidak hanya keunggulan yang dimiliki ayam petelur saja, tetapi anda juga wajib mengetahui kelemahan dari ayam arab ini adalah sebagai berikut :

  • Wama kulit dan daging hitam sehingga harga jual afkirnya rendah.
  • Betina ayam arab hampir tidak memiliki sifat mengeram, sehingga apabila akan dikembangkan harus ditetaskan di mesin tetas atau menggunakan ayam lain.
  • Harus dipelihara secara intensif untuk mendapatkan produksi tinggi sesuai dengan kemampuan genetik.
  • Daging lebih tipis dibanding ayam buras jenis lain sehingga kurang cocok dijadikan ayam pedaging.

Related posts